oleh

Pemain Asal Korea Selatan Heung-min Son Meraih Sepatu Emas, Tetapi Dinilai Masih Tumpul di Musim Ini

Heung-min Son mampu menyumbang satu gol bagi kemenangan Spurs atas Brighton pada Sabtu (8/4/2023). Meskipun bisa mencetak gol, banyak orang menganggap Son masih tampil tumpul di Premier League musim ini.

Gol ke gawang Brighton merupakan torehan ke 11 Son di semua kompetisi musim ini. Catatan tersebut tergolong kurang bagus mengingat Son sudah memainkan total 39 laga musim ini bersama Spurs.

Terlebih musim lalu Son meraih Sepatu Emas Premier League setelah keluar sebagai top skor di akhir musim dengan 23 gol. Son sendiri merasa penghargaan tersebut membuatnya mendapatkan tekanan lebih di musim ini.

“Memasuki musim baru, semua orang berkata, ‘Sonny mendapatkan Sepatu Emas’ dan mengharapkan saya untuk melakukan performa luar biasa lainnya.”

“Tetapi terkadang tidak sesederhana itu karena anda mendapatkan lebih banyak perhatian dan lebih banyak tekanan, yang saya sukai,” ujar Son dikutip dari Fotmob.

Penampilan buruk Son musim ini menjadi bukti bahwa penyerang asal Korea Selatan tersebut bukanlah pemain sempurna. Pasalnya performa gemilang Son nyatanya hanya bertahan di musim kemarin saja.

Meskipun begitu, Son melihat hal positif di balik performa kurang memuaskan musim ini. bagi Son penampilannya buruk ini bisa menjadi pengingat baginya untuk tetap berkembang meskipun sudah berusia 30 tahun.

“Inilah alasan kami bermain, karena saya menyukai tekanan ini, dan itu berarti saya bukan pemain yang sempurna. Saya masih bisa berkembang di usia saya, dan delapan pertandingan terakhir akan sangat penting bagi saya dan tim,” terang Son.

Son sendiri mengakui bahwa dirinya tidak bermain gemilang di musim ini. Son sebenarnya tidak ingin menjadikan gelar Sepatu Emas musim lalu sebagai kambing hitam.

Namun gelar tersebut mempengaruhi pandangan orang tentang performa Son di musim-musim selanjutnya. Tingginya harapan orang tidak mampu dijawab oleh performa Son musim ini sehingga menimbulkan kesan sangat negatif baginya.

“Begini, jika saya ingin membuat alasan untuk cara saya bermain, saya bisa menemukan banyak alasan, tapi saya bukan tipe orang yang mencari-cari alasan dan berkata, ‘Itu bukan saya yang sebenarnya.”

“Itu (performa buruk) terjadi, anda bergerak (menurun), dan saya menerima bahwa saya tidak berada di level atas. Musim lalu (memang) sangat fantastis dan memenangkan Sepatu Emas adalah momen ajaib yang memberi saya kepercayaan diri yang luar biasa,” tambah Son

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed